Rabu, 26 November 2014

BAHAGIA

Tak bisa kurengkuh kembali diri Mu,
Semua sudah berakhir
Memang tanpa air mata, tapi tak bahagia juga
Melupakan semuanya,
Berapa musim yang harus ku lewati?
Setelah beberapa kisah telah ku jalani
Engkau kini menghiasi hariku lagi
Bodohnya aku menikmati semua ini
Dengan tap tap tap
BAHAGIAAAAA
Teriakan, kata terindah itu
Tanpa ku sadari semua ini hanya permainan
Kenyamanan yang ia berikan
Itu hanya untuk mengisi kekosongannya
Cintanya ada nan jauh disana
Ketika dia merindukan cinta
Aku, aku yang iya permainkan
Apa aku salah bila aku ingin menikmati ini?
Keadaan ini sangat nyaman
Namun dia bukan milik ku,

Senin, 17 November 2014

Ada sebuah permainan bodoh yang mengharuskan dirinya merasa kehilangan orang-orang yang dia kasihi, permainan itu permainan yang dia buat sendiri. Menjauh dari teman - teman dekatnya dan mencoba mencari teman lain dengan tujuan mempunyai teman lain dan mengembangkan diri dalam lingkungannya, permainan itu memang bermanfaat bahkan sangat bermanfaat namun sebuah kerinduan memang tak bisa di hiraukan Ia rindu akan teman - temannya akan cerita, tawa, bahagia, dan semua hal yang sering mereka lakukan bersama.
Meenulis dan menceritakan hal tersebut kepada orang lain, itu lah yang bisa dia lakukan. Sembari menunggu permainan ini selesai Dia hanya menampung semua cerita itu dalam tulisan ataupun otaknya, sudah tidak sabar rasanya mendengar kisah teman-temannya selama mereka tidak bisa berbagi cerita padahal berada dalam atap yang sama dan lingkungan yang sama begitu pula dengan organisasi yang sama.
Hai kalian para kawan yang sedang menikmati permainan ini, bagaimana rasanya? sepertinya jarak kita semakin jauh tapi tak apalah mungkin ini hanya sementara. Semangat selalu ya kawan, masih ada 1 bulan untuk kita mencari kesibukan sendiri dan mencari teman baru.

Selasa, 14 Oktober 2014

13 Oktober

13 Oktober 1995 pukel 11.30 peristiwa membahagiakan bagi sebuah keluarga kecil yang mempunyai anak perempuan yang mereka beri nama Helen Simarmata. Nama itu sederhana, nama pertama yang di ambil mamahnya dari nama temennya kata mamahnya temennya itu orangnya baikkkkk banget terus biar helen bisa lebih baik dari temennya itu, nama kedua di belakangnya adalah nama turun temurun dari bapanya itu marga buat yang orang batak pasti tahu dan ngerti.
Tahun ini di tangga 13 Oktober 2014 adalah hari kelahiran dia dengan umurnya 19 tahun, memang gak kerasa udah 19 tahun dia hidup dan menghirup oksigen di dunia ini secara gratis semenjak lahir hingga saat ini dia hidup di sebuah keluarga kecil yang hidup dengan sederhana sebuah keluarga Katolik. Keluarga ini terdiri dari 7 orang di dalamnya dia mempunyai 1 kaka, 1 adak laki-laki dan 2 adik perempuan.
Dengan umur 19 tahun helen harus tinggal di sebuah kota yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya sekitar 7 jam untuk sampai ke kota ini dari rumahnya. Dia harus tinggal di kota ini untuk kuliah dan di umur ke-19 tahun inilah pertama kalinya dia menrayakan ulang tahun tanpa keluarga dan sahabat- sahabatnya. memang keluarga tetap jan yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun untuk Helen tapi nampaknya dia lebih membutuhkan keberadaan mereka dibandingkan ucapan mereka. Teman-temannya di kota ini pun memberi ucapan dan kejutan untuknya hanya TERIMAKASIH yang bisa dia balas, namun sampai melebihi tanggal ulang tahunnya masih ada yang dia nanti untuk mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.
Semoga Tuhan mendengarkan doa-doa orang yang mendoakan Helen dan doa dari helen sendiri. Terimakasih untuk hidup selama 19 tahun ini, Engkau punya rencana atas segala hal yang telah terjadi.

Penulis

Helen Simarmata

Kamis, 24 Juli 2014

halooooo
ada orang bilang ke aku katanya sahabat buat dia ga penting, yang penting punya temen deket sama punya banyak temen saoalnya kata dia kalo punya sahabat itu kita harus selalu ada buat dia bisa di bilang itu pemaksaan juga, tapi menurut aku yang namanya sahabat semua orang pasti butuh mau itu namanya temen deket atau apa pun itu sahabat itu di perluin memang kita harus bisa ngeluangin waktu buat dia ikut sedih dan senang bersama. hal seperti itu emang udah lumrah di dalam persahabatan, kalo mau ngerasain manis ya harus mau ngeraasain pahit juga dongggg
sahabat emang lebih dari teman dan aku seneng punya sahabat dan punya temen banyak, bukan karna punya sahabat jadi ngelupain temen dong? haha :D
buat kamu yang bilang hal itu sama aku, kamu bukan cuma temen atau sahabat aja buat aku tapi kamu udah jadi keluarga buat aku dan kakak buat aku, sama kaya orang yang kita anggep abang sama kita, kalian keluarga aku di tempat itu :) #edisicurhat#

Senin, 17 Februari 2014

PUISI

Bertepuk Sebelah Tangan 


Ketika mata melihat, mulut berbicara
Ketika otak berpikir, hati yang merasakan
Pada saat rasa itu tiba, semua berubah
Saat aku ingin menjauh, perasaan itu mendekat
Dimana aku coba melupakan, ketika itu dia muncul
Bila aku menolak, hati ini terasa sakit
Mulanya hanya rasa biasa
Akhirnya semua tak menentu
Melihatnya hati terasa senang
Dekat dengannya terasa canggung
Hal itu mulai berubah
Dia mulai merasakan perubahan
Semakin menjauh dan menjaga jarak
Mencari teman lain untuk berbincang
Saat itu hati ini terasa hancur
Sepertinya ingin aku berteriak padanya
Rasanya sangat tak menentu
Sakit….. itulah yang terasa
Ketika cinta bertepuk sebelah tangan

Sabtu, 01 Februari 2014

Esai Sunda


MANFAAT TUTUWUHAN

Tutuwuhan mangrupakeun salah sahiji spesies anu paling seeur mangfaatna dina kahirupan manusa. Mulai tina akarna neupikeun bungana aya mangfaatna. Jenteun teu heran lamun aya sababaraha jenih tanama anu dihaja di pelak jeung di urus ku manusa.
Manfaat dina akarna nyaeta:
a.       Kanggo ubar , misalna jahe, kunyit, kencus jsb. Jahe bisa di gunakeun kanggo ubar anu batuk, atawa kanggo nga haneutkeun awak.
b.      Kanggo bahan pokok atawa kanggo makanan manusa minalna, kentang, hui, sampeu, jsb.

Manfaat dina daunna nyaeta :
a.       Kanggo ubar misalna  daun pepaya, daun jambu biji, jsb. Upami daun jambu biji kanggo ubar panyakit diare.
b.      Kanggo bahan makanan oge, contona daun singkong, daun kangkung, jsb. Upami daun kangkung jeung daun singkong sok di anggo janteun sasayuran.
c.       Bisa di gunakeun kanggo minuman oge, misalna daun teh bisa di gunakeun teh.
Manfaat batangna nyaeta:
a.       Batangga sok di anggo janteun bahan bangunan , misalna kanggo rorompok.
b.      Bisa di pke kanggo ngadamel parkakas oge contohna, meja, korsi, lamari, jsb.
Manfaat Bungana nyaeta:
a.       Bungana bisa di pake kanggo hiasan, misalna bunga mawar, bunga melati, bunga angger, jsb.
b.      Bunga sebenerna bisa di pake kanggo kadahareun oge contona daun honje.


Manfaat buahna nyaeta :
a.       Buahna bisa di anggo bahan makanan ku sabab dina jero bubuahan rea vitaminna nu seeur manfaatna kanggo awak manusa.

Cerpen (antara ada dan tiada)


Antara Ada dan Tiada
Di pagi yang cerah ini aku siap untuk berangkat sekolah, dengan seragam putih abu-abu di hari pertama sekolah ku di SMA Nusantara. Hari ini aku pergi pukul 06.00. Sesampainya di sekolah aku mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan kelas ku, “ternyata teman-teman di SMA gak kalah seru sama teman-teman di SMP” ucap ku di dalam hati. Akhirnya jam pelajaran terakhir selesai tepat pukul 14.45, aku dan teman-teman pulang bersama dengan menaiki kendaraan umum setelah aku turun dari kendaraan umum tersebut aku melihat seorang gadis di seberang jalan sana “orang itu siapa ya? Ko ngeliatin aku terus?” tanya ku dalam hati. Gadis itu melihat ku terus sampai aku menyebrang jalan dan masuk ke gang yang menuju rumah ku, ternyata diapun masuk ke gang itu dan berjalan tepat di belakang ku. Saat itu aku mempercepat jalan ku karna aku sedikit takut dengan orang di belakang ku, sesampainya ku di rumah aku merasa lega karena orang yang tadi di belakang ku sudah tidak ada, “tapi dia kemana ? Ko menghilang sih?” ucap ku dengan wajah kebingungan, “kenapa diem di depan rumah bukannya masuk?” tanya mamah yang membuyarkan lamunan ku, “oh ia, mah tadi liat orang ga di belakang aku pas aku jalan?” tanya ku pada mamah untuk menjawab rasa penasaran ku, “ga ada tuh” jawab mamah sambil masuk ke dalam rumah dan aku pun membuntutinya masuk kedalam rumah.
“Setelah mandi dan makan, sekarang waktunya untuk mengerjakan tugas” ucap ku. Saat aku sedaang asik belajar, tiba-tiba aku teringat dengan wanita tadi “orang tadi ngilang kemana ya?” tanya ku dalam hati, “masasih dia bisa ngilang? Tapi mungkin aja tadi dia balik lagi” pikir ku, saat itu aku melanjutkan mengerjakan tugas kembali. “huam... ga kerasa udah jam 21.22, udah waktunya tidur nih” ucap ku sambil membereskan buku-buku.
Keesokan harinya “ Wilna ayo bangun udah jam 05.00 nih ”  kata mamah ku, “5 menit lagi deh mah” sahut ku sambil menarik selimut kembali, “Wilna cepet bangun udah jam 05.30 nih” ucap mamah sambil menari selimut ku, “ia mamah” sahut ku sambil mengambil handuk. Setelah aku mandi dan sarapan sekarang aku siap berangkat ke sekolah lagi, “mah Wilna pergi ya...” ucap ku sambil salam pada mamah, “ia hati-hati ya” balas mamah.  Saat itu di jalanan macet sekali “sepertinya aku kesiangan deh” ujarku dalam hati, ternyata dugaan ku benar aku kesiangan tapi saat itu ada seorang gadis yang kesiangan bersama ku “tapi, siapa orang itu kayanya aku pernah liat dia deh?” tanya ku dalam hati “oh ia dia orang yang kemarin menghilang begitu saja” jawab ku dalam hati. Saat aku melihat gadis itu dia melihat ku juga dan dia tersenyum pada ku. Dan dengan cepat aku langsung membalas senyumnya dan aku duduk di sampingnya dan mencoba menghilangkan rasa takut ku yang sejak kemarin dengan mencoba untuk mengobrol dengannya,
“nama kamu siapa?” tanya ku
“Hera” jawabnya
“oh.. kelas berapa?”  tanya ku lagi
“kelas?  em kelas sepuluh” jawabnya ragu
“Hera ko bisa kesiangan?” tanyaku penasaran
“Hera, nemenin temen Hera yang kesiangan” jawabnya
“ohh... temen kamunya mana?” tanya ku lagi
“ga tau” jawabnya singkat
“Ko dia bisa gatau sih temennya kemana? Padahalkan dia yang mau nunggu temennya hem anak yang aneh” ujar ku dalam hati. Saat gerebang telah di buka aku dengan cepatnya masuk ke dalam sekolah dan guru yang bertugas menghukum murid yang datang  terlambat hari itu langsung memberi kertas absen  untuk siswa yang kesiangan, dengan terpaksa aku mengisi absen itu tiba-tiba aku teringat pada hera saat aku mencarinya tapi dia ga ada, “Hera kemana ya?” tanyaku sambil berbisik “ya sudahlah mungkin dia sudah masuk duluan” pikir ku. Setelah aku mengisi absen aku berjalan menuju kelas sesampainya di depan kelas aku mengetuk pintu didepan wajah ku dengan sedikt ketakutan “tok.. tok.. tok.. assalam’mualaikum” ucapku dengan ragu “walaikum’salam” jawab bapa guru sambil membukakan pintu, “ kamu dari mana saja?” tanya pak guru pada ku “maaf pak tadi di jalan macet banget jadi aku kesiangan” jawabku dengan wajah ketakutan “ya sudah masuk, jangan kesiangan lagi ya” ucap pak guru dengan nada sedikit naik “ia pak” jawab ku. Akhirnya bel istirahat terdengar aku mencoba pergi ke ruang loby berniat mengambil absen semua kelas X dengan maksud ingin melihat apakah ada siswa yang bernama hera?, ternyata ada di kelas X-9. Tadinya aku mau ke kelas itu dan bermaksud melihat wajah orang yang bernama Hera di kelas X-9 itu tapi bel masuk telah berbunyi, “ya sudahlah aku caritau besok aja” ucap ku untuk memuaskan hati.
Bel pulang sekolah pun berbunyi tepatnya pukul 14.15 “teman-teman ayo pulang” ajak ku pada teman sekelas ku, “ya tunggu sebentar” jawaab putri. Saat aku sedang menunggu putri, di depan kelas aku melihat seseorang yang berpapan nama Hera di bajunya “apa itu Hera anak X-9 ya?” tanyaku penasaran “tapi kalo itu hera yang anak X-9, hera yang tadi kesiangan kelas X berapa?” tanya ku dalam hati, “Wil yu kita pulang” ajak putri sambil menepuk pundak ku “oh ia yu” jawab ku. Hari ini aku hanya pulang berdua dengan putri karena yang lagi ada kegiatan lain. Aku dan putri pulang naik kendaraan umum seperti kemarin dan setelah aku turun dari angkutan umum itu aku melihat lagi Hera di sebrang sana “ko dia ada disana?” tanyaku aneh saat aku sudah sampai di sebrang Hera sudah tidak ada di sana “Hera kemana?  Tadi kan dia di sini! Ya sudahlah mungkin dia sudah pergi” jawabku kebingungan.
Akhirnya sampai rumah juga, hari ini rasanya lelah sekali dan sesampainya di rumah aku ke tiduran tanpa mengganti baju seragam ku dulu. Saat ketiduran tadi aku seperti memimpikan seseorang dan sepertinya aku akrab sekali dengannya, “orang di mimpiku itu siapa ya?” tanya ku penasaran “Hera” jawab ku tiba-tiba, ia orang yang tadi aku mimpikan adalah Hera, “tapi kenapa aku begitu akrab dengannya bukannya aku baru tau dia hari ini ya?” tanya ku dalam hati “ya sudahlah mungkin itu hanya kebetulan saja” jawab ku sambil meranjak dari tempat tidur dan pergi menju dapur untuk mencari makanan. Setelah aku tidur, makan, mandi, dan mengerjakan tugas kini saatnya aku untuk tidur. “Hera?” tanya ku “Wilna” jawabnya singkat “kamu ko diam di bawah pohon gini sih?” tanya ku ingin tau “ini kan rumah ku” jawabnya “kenapa kamu tinggal di pohon apa kamu tidak kedinginan?” tanyaku penasaran “tidak, Wilna apa kamu sudah lupa sama aku?” tanyanya tiba-tiba “lupa? Emang kita pernah kenal?” jawabku singkat “ternyata benar, manusia suka lupa pada teman lamanya bila sudah punya teman yang baru” jawabnya dengan muka bersedih “maaf, tapi aku gak inget sama kamu” jawab ku menyesal “ya sudah lah mungkin aku memang tidak penting” jawabnya. Huam….  “tadi malam ko aku mimpiin Hera lagi ya? Terus kenapa dia bilang aku dan dia dulu adalah teman?” tanyaku sambil beranjak dari tempat tidur. “Wilna cepat madi udah jam 5.30, nananti kamu kesiangan” suru mamah pada ku “ia mah” jawab ku singkat. Saat itu aku langsung pergi ke kamar mandi dan setelah aku selesai bergegas aku langsug pergi sekolah “mah aku pergi dulu ya” ucap ku sambil pergi sekolah, saat di perjalanan  aku berpikir apakah dulu aku kenal Hera? Dan maksud dia manusia itu suka lupa sama teman lamanya apa ya? “apa dia bukan manusia?” tanya ku penasaran, “tapi kalo dia bukan manusia apa dong? Hantu? Masasih!” tanya ku lagi. Setibanya ku di sekolah pada pukul 06.38 aku langsung menuju kelas tanpa memikirkan lagi tentang Hera, setelah bel masuk di bunyikan ternyata guru yang seharusnya mengajar di kelas ku hari ini tidak bisa datang dan kami di beri tugas, saat itu aku bukannya mengerjakan tugas tapi aku menceritakan semua tentang hera pada Putri karna aku masih penasaran siapa sebenarnya hera mengapa dia tiba-tiba datang dalam kehidupan ku? Setelah aku selesai menceritakan semua tentang Hera pada Putri, kata Putri sih “kayanya Hera itu temen kecil kamu deh, tapi sekarang dia udah meninggal dan mau ngasih tau ke kamu kalo dia udah gak ada”  pendapat Putri. Setelah bel pulang sekolah di bunyikan aku langsung pulang ke rumah, setibanya ku dirumah aku berpikir pendapat putri masuk akal juga sih tapi, “apa waktu kecil aku punya temen yang namanya Hera?” tanyaku dalam hati setelah aku pikir-pikir kayanya aku memang punya teman yang bernama Hera. “Waktu aku SD aku tuh punya temen yang namanya Hera tapi dia bukan manusia dia itu hantu yang belum di tentukan tempatnya di akhirat, dia bilang dia belum tau akan masuk surga atau neraka makanya waktu aku SD dia selalu gentayangan” pikir ku sambil mengingat masa SD. “tapi muka Hera kaya gimana ya? Dan sekarang dia dima ya?” tanya ku dalam hati. Ya sudahlah tidak usah di pikirkan mendingan bantuin mamah di dapur.
Setelah seharian melakukan aktifitas kini saatnya aku tidur akhirnya bisa istirahat juga “huam” sambil menarik selimut dan memejamkan mata. “Wilna?” tanya Hera “Hera? Kamu kemana aja?” tanya ku padanya “Aku? Aku selalu nungguin kamu di pohon kita, tapi setelah pohon itu di tebang aku gak tau mau kemana dan sekarang sudah waktunya aku gak ada di dunia ini, karna ini bukan dunia ku” jawabnya sambil menangis “maaf ra karna aku udah lupa sama kamu, tapi sekarang aku ingat semua tentang kamu maafin aku ya karna aku gak pernah nemuin kamu di poho kita, oh ia kamu mau pergi kemana?” jawab ku padanya “aku mau pergi ke tempat yang damai tempat dimana aku bisa hidup abadi tanpa merasa tersakiti” jawab Hera “kalo gitu, selamat tinggal ya ra aku pasti kangen banget sama kamu, maafin aku dan selamat ya akhirnya kamu bisa hidup abadi, aku janji aku gak akan lupa sama kamu” jawab ku sambil menangis “makasi ya Wilna karna kamu uadah mau jadi temen aku” jawabnya sambil pergi. Saat itu dia pergi untuk selama – lamanya dan tak akan pernah kembali lagi.
Tepat pukul 01.07 aku terbangun dari tidur ku dan aku langsung menangis karna kini aku baru ingat wanita yang selama ini mengikuti adalah teman kecil teman yang ada dan tiada, walaupun kamu berpamitan melalui mimpi itu bukan masalah yang penting aku sekarang ingat kamu “selamat jalan Hera, bahagia ya di alam sana” ucap ku pada malam itu, setelah bermimpi tentang Hera sekarang aku baru tau maksud dia mengikuti ku beberapa hari ini dia ingin berpamitan pada ku “ya sudahlah sekarang aku bisa tidur lagi” ucap ku sambil menutupi sekujur tubuh ku oleh selimut.