Antara Ada dan Tiada
Di pagi yang cerah ini aku siap untuk berangkat sekolah,
dengan seragam putih abu-abu di hari pertama sekolah ku di SMA Nusantara. Hari ini aku pergi pukul 06.00. Sesampainya di sekolah aku
mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan kelas ku, “ternyata teman-teman di
SMA gak kalah seru sama teman-teman di SMP” ucap ku di dalam hati. Akhirnya jam
pelajaran terakhir selesai tepat pukul 14.45, aku dan teman-teman pulang
bersama dengan menaiki kendaraan umum setelah aku turun dari kendaraan umum
tersebut aku melihat seorang gadis di seberang jalan sana “orang itu siapa ya?
Ko ngeliatin aku terus?” tanya ku dalam hati. Gadis itu melihat ku terus sampai
aku menyebrang jalan dan masuk ke gang yang menuju rumah ku, ternyata diapun
masuk ke gang itu dan berjalan tepat di belakang ku. Saat itu aku mempercepat jalan ku karna aku sedikit takut
dengan orang di belakang ku, sesampainya ku di rumah aku merasa lega karena
orang yang tadi di belakang ku sudah tidak ada, “tapi dia kemana ? Ko
menghilang sih?” ucap ku dengan wajah kebingungan, “kenapa diem di depan rumah
bukannya masuk?” tanya mamah yang membuyarkan lamunan ku, “oh ia, mah tadi liat
orang ga di belakang aku pas aku jalan?” tanya ku pada mamah untuk menjawab
rasa penasaran ku, “ga ada tuh” jawab mamah sambil masuk ke dalam rumah dan aku
pun membuntutinya masuk kedalam rumah.
“Setelah mandi dan makan, sekarang waktunya untuk
mengerjakan tugas” ucap ku. Saat aku sedaang asik belajar, tiba-tiba aku
teringat dengan wanita tadi “orang tadi ngilang kemana ya?” tanya ku dalam hati, “masasih dia bisa ngilang?
Tapi mungkin aja tadi dia balik lagi” pikir ku, saat itu aku melanjutkan
mengerjakan tugas kembali. “huam... ga kerasa udah jam 21.22, udah waktunya
tidur nih” ucap ku sambil membereskan buku-buku.
Keesokan harinya “ Wilna ayo bangun udah jam 05.00 nih ” kata mamah ku, “5 menit lagi deh mah” sahut ku
sambil menarik selimut kembali, “Wilna
cepet bangun udah jam 05.30 nih” ucap mamah sambil menari selimut ku, “ia
mamah” sahut ku sambil mengambil handuk. Setelah aku mandi dan sarapan sekarang
aku siap berangkat ke sekolah lagi, “mah Wilna pergi ya...” ucap ku sambil
salam pada mamah, “ia hati-hati ya” balas mamah. Saat itu di jalanan macet sekali “sepertinya
aku kesiangan deh” ujarku dalam hati, ternyata dugaan ku benar aku kesiangan
tapi saat itu ada seorang gadis yang kesiangan bersama ku “tapi, siapa orang
itu kayanya aku pernah liat dia deh?” tanya ku dalam hati “oh ia dia orang yang
kemarin menghilang begitu saja” jawab ku dalam hati. Saat aku melihat gadis itu
dia melihat ku juga dan dia tersenyum pada ku. Dan dengan cepat aku langsung membalas senyumnya dan aku duduk
di sampingnya dan mencoba menghilangkan rasa takut ku yang sejak kemarin dengan
mencoba untuk mengobrol dengannya,
“nama
kamu siapa?” tanya ku
“Hera”
jawabnya
“oh..
kelas berapa?” tanya ku lagi
“kelas?
em kelas sepuluh”
jawabnya ragu
“Hera
ko bisa kesiangan?” tanyaku penasaran
“Hera,
nemenin temen Hera yang kesiangan” jawabnya
“ohh...
temen kamunya mana?” tanya ku lagi
“ga
tau” jawabnya singkat
“Ko dia bisa gatau sih temennya kemana? Padahalkan dia yang
mau nunggu temennya hem anak yang aneh” ujar ku dalam hati. Saat gerebang telah
di buka aku dengan cepatnya masuk ke dalam sekolah dan guru yang bertugas
menghukum murid yang datang terlambat
hari itu langsung memberi kertas absen
untuk siswa yang kesiangan, dengan terpaksa aku mengisi absen itu tiba-tiba aku teringat pada hera saat aku mencarinya
tapi dia ga ada, “Hera kemana ya?” tanyaku
sambil berbisik “ya sudahlah mungkin dia sudah masuk duluan” pikir ku. Setelah
aku mengisi absen aku berjalan menuju kelas sesampainya di depan kelas aku mengetuk pintu didepan wajah ku dengan
sedikt ketakutan “tok.. tok.. tok.. assalam’mualaikum” ucapku dengan ragu “walaikum’salam”
jawab bapa guru sambil membukakan pintu, “ kamu dari mana saja?” tanya pak guru
pada ku “maaf pak tadi di jalan macet banget jadi
aku kesiangan” jawabku dengan wajah ketakutan “ya sudah masuk, jangan kesiangan lagi ya” ucap pak guru dengan nada sedikit
naik “ia pak” jawab ku. Akhirnya bel istirahat terdengar aku mencoba pergi ke ruang loby
berniat mengambil absen semua kelas X dengan maksud ingin melihat apakah ada
siswa yang bernama hera?, ternyata ada di kelas X-9. Tadinya aku mau ke kelas
itu dan bermaksud melihat wajah orang yang bernama Hera di kelas X-9 itu tapi
bel masuk telah berbunyi, “ya sudahlah aku caritau besok aja” ucap ku untuk
memuaskan hati.
Bel pulang sekolah pun berbunyi tepatnya pukul 14.15
“teman-teman ayo pulang” ajak ku pada teman sekelas ku, “ya tunggu sebentar”
jawaab putri. Saat aku sedang menunggu putri, di depan kelas aku melihat
seseorang yang berpapan nama Hera di bajunya “apa itu Hera anak X-9 ya?” tanyaku penasaran “tapi kalo itu hera yang anak X-9, hera yang tadi kesiangan kelas X berapa?” tanya ku dalam
hati, “Wil yu kita pulang” ajak putri sambil menepuk pundak ku “oh ia yu” jawab
ku. Hari ini aku hanya pulang berdua dengan putri karena yang lagi ada kegiatan
lain. Aku dan putri pulang naik kendaraan umum seperti kemarin dan setelah aku
turun dari angkutan umum itu aku melihat lagi Hera di sebrang sana “ko dia ada
disana?” tanyaku aneh saat aku sudah sampai di sebrang Hera sudah tidak ada di
sana “Hera kemana? Tadi kan dia di sini!
Ya sudahlah mungkin dia sudah pergi” jawabku kebingungan.
Akhirnya sampai rumah juga, hari ini rasanya lelah sekali
dan sesampainya di rumah aku ke tiduran tanpa mengganti baju seragam ku dulu. Saat ketiduran tadi aku seperti memimpikan seseorang dan sepertinya aku akrab sekali dengannya, “orang
di mimpiku itu siapa ya?” tanya ku penasaran “Hera” jawab ku tiba-tiba, ia
orang yang tadi aku mimpikan adalah Hera, “tapi kenapa aku begitu akrab
dengannya bukannya aku baru tau dia hari ini ya?” tanya ku dalam hati “ya
sudahlah mungkin itu hanya kebetulan saja” jawab ku sambil meranjak dari tempat
tidur dan pergi menju dapur untuk mencari makanan. Setelah aku tidur, makan,
mandi, dan mengerjakan tugas kini saatnya aku untuk tidur. “Hera?” tanya ku “Wilna”
jawabnya singkat “kamu ko diam di bawah pohon gini sih?” tanya ku ingin tau
“ini kan rumah ku” jawabnya “kenapa kamu tinggal di pohon apa kamu tidak
kedinginan?” tanyaku penasaran “tidak, Wilna apa kamu sudah lupa sama aku?”
tanyanya tiba-tiba “lupa? Emang kita pernah kenal?” jawabku singkat “ternyata
benar, manusia suka lupa pada teman lamanya bila sudah punya teman yang baru”
jawabnya dengan muka bersedih “maaf, tapi aku gak inget sama kamu” jawab ku
menyesal “ya sudah lah mungkin aku memang tidak penting” jawabnya. Huam…. “tadi malam ko aku
mimpiin Hera lagi ya? Terus kenapa dia bilang aku dan dia dulu adalah teman?”
tanyaku sambil beranjak dari tempat tidur. “Wilna cepat madi udah jam 5.30,
nananti kamu kesiangan” suru mamah pada ku “ia mah” jawab ku singkat. Saat itu
aku langsung pergi ke kamar mandi dan setelah aku selesai bergegas aku langsug
pergi sekolah “mah aku pergi dulu ya” ucap ku sambil pergi sekolah, saat di
perjalanan aku berpikir apakah dulu aku
kenal Hera? Dan maksud dia manusia itu suka lupa sama teman lamanya apa ya?
“apa dia bukan manusia?” tanya ku penasaran, “tapi kalo dia bukan manusia apa
dong? Hantu? Masasih!” tanya ku lagi. Setibanya ku di sekolah pada pukul 06.38
aku langsung menuju kelas tanpa memikirkan lagi tentang Hera, setelah bel masuk
di bunyikan ternyata guru yang seharusnya mengajar di kelas ku hari ini tidak
bisa datang dan kami di beri tugas, saat itu aku bukannya mengerjakan tugas
tapi aku menceritakan semua tentang hera pada Putri karna aku masih penasaran
siapa sebenarnya hera mengapa dia tiba-tiba datang dalam kehidupan ku? Setelah
aku selesai menceritakan semua tentang Hera pada Putri, kata Putri sih “kayanya Hera itu temen kecil kamu deh, tapi
sekarang dia udah meninggal dan mau ngasih tau ke kamu kalo dia udah gak
ada” pendapat Putri. Setelah bel pulang
sekolah di bunyikan aku langsung pulang ke rumah,
setibanya ku dirumah aku berpikir pendapat putri masuk akal juga sih tapi, “apa
waktu kecil aku punya temen yang namanya Hera?” tanyaku dalam hati setelah aku
pikir-pikir kayanya aku memang punya teman yang bernama Hera. “Waktu aku SD aku
tuh punya temen yang namanya Hera tapi dia bukan manusia dia itu hantu yang
belum di tentukan tempatnya di akhirat, dia bilang dia belum tau akan masuk
surga atau neraka makanya waktu aku SD dia selalu gentayangan” pikir ku sambil
mengingat masa SD. “tapi muka Hera kaya gimana ya? Dan sekarang dia dima ya?”
tanya ku dalam hati. Ya sudahlah tidak usah di pikirkan mendingan bantuin mamah di dapur.
Setelah seharian melakukan aktifitas kini saatnya aku tidur
akhirnya bisa istirahat juga “huam” sambil menarik selimut dan memejamkan mata.
“Wilna?” tanya Hera “Hera? Kamu kemana aja?” tanya ku padanya “Aku? Aku selalu
nungguin kamu di pohon kita, tapi setelah pohon itu di tebang aku gak tau mau
kemana dan sekarang sudah waktunya aku gak ada di dunia ini, karna ini bukan dunia ku” jawabnya sambil menangis “maaf ra
karna aku udah lupa sama kamu, tapi sekarang aku ingat semua tentang kamu
maafin aku ya karna aku gak pernah nemuin kamu di poho kita, oh ia kamu mau
pergi kemana?” jawab ku padanya “aku mau pergi ke tempat yang damai tempat
dimana aku bisa hidup abadi tanpa merasa tersakiti” jawab Hera “kalo gitu,
selamat tinggal ya ra aku pasti kangen banget sama kamu, maafin aku dan selamat
ya akhirnya kamu bisa hidup abadi, aku janji aku gak akan lupa sama kamu” jawab
ku sambil menangis “makasi ya Wilna karna kamu uadah mau jadi temen aku”
jawabnya sambil pergi. Saat itu dia pergi untuk selama – lamanya dan tak akan
pernah kembali lagi.
Tepat pukul 01.07 aku terbangun dari tidur ku dan aku
langsung menangis karna kini aku baru ingat wanita yang selama ini mengikuti
adalah teman kecil teman yang ada dan tiada,
walaupun kamu berpamitan melalui mimpi itu bukan masalah yang penting aku
sekarang ingat kamu “selamat jalan Hera, bahagia ya di alam sana” ucap ku pada
malam itu, setelah bermimpi tentang Hera sekarang
aku baru tau maksud dia mengikuti ku beberapa hari ini dia ingin berpamitan
pada ku “ya sudahlah sekarang aku bisa tidur lagi” ucap ku sambil menutupi
sekujur tubuh ku oleh selimut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar