Ketakutan ini semakin hari semakin menyelimuti, aku selalu mencoba untu melawan tapi sangat sulit rasanya. Tak biasanya dengan mudah ku berucap manis, tak biasanya dengan mudah ku jatuh dalam pelukan, ada apa ini? Pasti ada yang salah. Haruskah aku hentikan? Tapi melawan diriku sendiri sangat sulit rasanya.....
Semua ini terlalu nyaman, yang ku tau ini bukan cinta, hanya kenyamanan. Setelah jarak memisahkan mungkin kita akan hidup dengan dunia masing-masing lagi. Tapi saat jarak ini menimbulkan kerinduan yang mendalam, maka aku terjebak dalam sebuah kata cinta. Jadi haruskan kita berpisah dulu?
Saat hati terluka memang terkadang harus membukanya untuk bisa menyembuhkannya, tapi apa ini proses untuk membuka hati? Sepaham ku, aku sudah mengiklaskan yang lalu, namun saat membuka lembar baru dengan kisah yang akan sama, rasanya percuma. Untuk apa aku meninggalkan yang lalu saat yang baru akan berakhir sama?
Aku hanya percaya pada Tuhan saat ini, pada diriku sendiripun rasanya aku tak percaya. Tuhan sedang merenda dalam hidup ku, biarkan kisah ku Dia yang menulis, aku hanya menulis kisah yang sudah kulalui ini. Semua aku percayakan pada-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar