Kamis, 29 April 2021

Aku, Kau dan Dia

Ini tentang cerita ku yang pernah berharap pada kau yang sekarang milik dia. 
Aku yang dengan terbukanya menceritakan tentang kau pada dia.
Aku dan dia memang tidak terlalu dekat untuk berbincang tentang kau, namun setidaknya dia tau sedikit cerita kau dari aku.
Aku yang pernah merasa bersalah pada dia karna memiliki kau.
Aku yang dengan bodohnya meminta maaf pada dia karna kau.
Dia kini memiliki kau, tapi dia tak pernah membicarakan sedikitpun tentang kau pada aku.
Dia terlihat bahagia bersama kau, apa selama ini dia menunggu waktu kau meninggalkan aku? sehingga tiba pada saatnya kau bisa menjadi miliknya?
Aku hanya bisa mendoakan kau dan dia, agar Tuhan selalu menyertai, memberkati dan mengijinkan.

Minggu, 07 Maret 2021

Jalan ku

Aku bukan manusia yang suka membandingkan kehidupan ku dengan orang lain, tapi berbeda dengan saat ini di saat terendah yang aku rasakan. Lelah dengan segala drama kehidupan, bosan dengan segala kebiasaan, kecewa dengan segala pencapaian. Harapan manusia memang selalu tinggi, bahkan terkadang terlampaui tinggi dan jatuh saat harapan tak tercapai. Aku tidak berharap kepada manusia lain, aku hanya berhatap pada Mu dan diriku sendiri. Karna kecewa itu tak baik adanya jadi aku tak berekspektasi pada manusia. Tapi aku salah, diriku sendiripun bisa mengecekawan. Aku manusia, itu yang tidak aku pikirkan saat menaruh harapan ini pada diri ku sendiri. Aku manusia biasa, yang tak selalu dapat menggapai segala sesuatu yang aku harapkan.
Tuhan, hanya dia seharusnya yang aku taruhkan harapan. Ntah itu tentang kehidupan, percintaan, ekonomi, kesehatan atau apapun itu yang tak bisa aku sendiri mengaturnya. Tuhan, Bapak, aku harus mengikutin alur ini sampai mana? 

Rabu, 03 Maret 2021

Catatan DIA

Sore itu aku tak sengaja membuka beberapa catatan lama ku, kutemukan sebuah tulisan penuh arti. Ntah siapa yang menyelipan dan meninggalkan catatan itu untuk ku. Siapapun gerangan ku harap kau selalu menemukan rumah mu

"Tentang rumah

tentang rumah ku, di ujung bukit karang yang berbatu
beranda rumah ku, tumbuh tumbuhan liar tak tau malu
tentang rumah ku, berbagai macam musim tlah ku rengkuh
jadi saksi bisu, cerita mimpi indah dimasa lalu
yang terlahir dari sebuah gerbang waktu
yang menjadi, tembok kokoh mengitari rumah ku

adakah, yang lebih indah dari semua ini
rumah mungil dan cerita cinta yang mekar
bermandi cahaya di padang bintang
aku bahagiaa

tentang rumah ku, takkan goyah walau badai mengamuk
seperti pohon jati, akarnya tertancap di poros bumi
sewindu merindu, kembali pulang dengan sebongkah hati
senyum menyambut, bagai rindu kumbang pada ditaman

adakah, yang lebih indah dari semua ini
rumah mungil dan cerita cinta yang mekar
bermandi cahaya di padang bintang
aku bahagiaa
aku bahagiaaaaaa"

Sementara

 Suatu hari aku merasa hanya sendiri di dunia yang begitu besar ini, mereka terlihat tapi tak tersentuh, mereka terdengar tapi tak tersapa, mereka ada tapi tak melihat ku. Aku merasa diabaikan sampai saat aku menemukan sebuah alasan mengapa?

Ternyata aku tak seutuhnya ada, aku hanya bayangan, yang mengharapkan sebuah kehangatan. Aku ada, memang nyata tapi tidak untuk selamanya.