Tuhan, hanya dia seharusnya yang aku taruhkan harapan. Ntah itu tentang kehidupan, percintaan, ekonomi, kesehatan atau apapun itu yang tak bisa aku sendiri mengaturnya. Tuhan, Bapak, aku harus mengikutin alur ini sampai mana?
Minggu, 07 Maret 2021
Jalan ku
Aku bukan manusia yang suka membandingkan kehidupan ku dengan orang lain, tapi berbeda dengan saat ini di saat terendah yang aku rasakan. Lelah dengan segala drama kehidupan, bosan dengan segala kebiasaan, kecewa dengan segala pencapaian. Harapan manusia memang selalu tinggi, bahkan terkadang terlampaui tinggi dan jatuh saat harapan tak tercapai. Aku tidak berharap kepada manusia lain, aku hanya berhatap pada Mu dan diriku sendiri. Karna kecewa itu tak baik adanya jadi aku tak berekspektasi pada manusia. Tapi aku salah, diriku sendiripun bisa mengecekawan. Aku manusia, itu yang tidak aku pikirkan saat menaruh harapan ini pada diri ku sendiri. Aku manusia biasa, yang tak selalu dapat menggapai segala sesuatu yang aku harapkan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar