Tuhan, hanya dia seharusnya yang aku taruhkan harapan. Ntah itu tentang kehidupan, percintaan, ekonomi, kesehatan atau apapun itu yang tak bisa aku sendiri mengaturnya. Tuhan, Bapak, aku harus mengikutin alur ini sampai mana?
Minggu, 07 Maret 2021
Jalan ku
Aku bukan manusia yang suka membandingkan kehidupan ku dengan orang lain, tapi berbeda dengan saat ini di saat terendah yang aku rasakan. Lelah dengan segala drama kehidupan, bosan dengan segala kebiasaan, kecewa dengan segala pencapaian. Harapan manusia memang selalu tinggi, bahkan terkadang terlampaui tinggi dan jatuh saat harapan tak tercapai. Aku tidak berharap kepada manusia lain, aku hanya berhatap pada Mu dan diriku sendiri. Karna kecewa itu tak baik adanya jadi aku tak berekspektasi pada manusia. Tapi aku salah, diriku sendiripun bisa mengecekawan. Aku manusia, itu yang tidak aku pikirkan saat menaruh harapan ini pada diri ku sendiri. Aku manusia biasa, yang tak selalu dapat menggapai segala sesuatu yang aku harapkan.
Rabu, 03 Maret 2021
Catatan DIA
Sore itu aku tak sengaja membuka beberapa catatan lama ku, kutemukan sebuah tulisan penuh arti. Ntah siapa yang menyelipan dan meninggalkan catatan itu untuk ku. Siapapun gerangan ku harap kau selalu menemukan rumah mu
"Tentang rumah
tentang rumah ku, di ujung bukit karang yang berbatu
beranda rumah ku, tumbuh tumbuhan liar tak tau malu
tentang rumah ku, berbagai macam musim tlah ku rengkuh
jadi saksi bisu, cerita mimpi indah dimasa lalu
yang terlahir dari sebuah gerbang waktu
yang menjadi, tembok kokoh mengitari rumah ku
adakah, yang lebih indah dari semua ini
rumah mungil dan cerita cinta yang mekar
bermandi cahaya di padang bintang
aku bahagiaa
tentang rumah ku, takkan goyah walau badai mengamuk
seperti pohon jati, akarnya tertancap di poros bumi
sewindu merindu, kembali pulang dengan sebongkah hati
senyum menyambut, bagai rindu kumbang pada ditaman
adakah, yang lebih indah dari semua ini
rumah mungil dan cerita cinta yang mekar
bermandi cahaya di padang bintang
aku bahagiaa
aku bahagiaaaaaa"
Sementara
Suatu hari aku merasa hanya sendiri di dunia yang begitu besar ini, mereka terlihat tapi tak tersentuh, mereka terdengar tapi tak tersapa, mereka ada tapi tak melihat ku. Aku merasa diabaikan sampai saat aku menemukan sebuah alasan mengapa?
Ternyata aku tak seutuhnya ada, aku hanya bayangan, yang mengharapkan sebuah kehangatan. Aku ada, memang nyata tapi tidak untuk selamanya.
Langganan:
Komentar (Atom)