Senin, 31 Oktober 2016
kuy kuy bergerak
Emosi yang sangat tidak stabil. Terdakang sedih, bahagia, marah, kecewa dan senang dalam waktu yang berdekatan. Untung saja tidak bersamaan, sepertinya aku mulai gila. Semua kekosongan ini membuatku banyak berfikir, aku butuh aktifitas. baiklah, buat aktifitas mu sendiri dan sibukkan diri. dulu semua terasa mudah, bergerak kesana kemari apa yang ingin kulakukan sampai terkadang tak terealisasi semua. Sangat berbeda jauh dengan saat ini yang mempunyai waktu renggang. Apa aku saja yang membuat waktu ini menjadi terasa renggang? hemmm, mari kita mulai kesibukan kita lagi, jangan terlalu berlarut-larut dalam diam. Mungkin memasuki diri sendiri hal penting tapi sekarang waktunya bergerak, ayo mulai fikirkan masa depan baik akademik, organisasi, kehidupan dan yang sudah cukup lama aku lupakan percintaan (hahaha). Mulai membuat list baru? oke, bidik target mu dari sekarang. Mari mulai aktifitas baru kita :)
Tak apa
Pelangi tak perlu menunggu hujan untuk bisa bersinar, kunang-kunang tak harus menunggu malam untuk terbang, dan kau tak harus menunggu ku untuk melangkah. Namun pelangi akan indah saat bersinar sehabis hujan, kunang-kunangpun akan lebih indah saat terbang di malam hari, mungkin kitapun akan lebih bersinergi saat jalan bersama.
Semua perlu kepercayaan, aku bukan tipikal manusia yang mudah percaya tapi ketika aku memberi kepercayaan itu tolong jaga dengan baik karna akan sulit untuk mendapatkannya kembali. Dulu kau pernah mendapatkan itu secara penuh walaupun sedikit demi sedikit terkikis karna tindakan mu sendiri tapi aku selelu mencoba mengerti. Aku tak pernah ingin menjadikan mu alasan ku ketika mendapatkan suatu hal yang membuatku perlu berfikir lebih banyak dari biasanya, namun saat itu kenyataannya apa yang bisa aku perbuat? Mungkin aku belum bisa menjadi teman yang baik, hal tersulit untuk ku adalah menjadi tempat sampah mu. Selalu menjadi tempat sampah yang bersih saat itu tentang mu. Biarkan itu menjadi tugas untuk ku, Tuhan itu baik semoga doa ku selalu didengar olehnya karna tak akan lupa ku sebut namamu didalamnya.
Perubahan itu bukan hal mudah, lain hal dengan hal baru. Aku selalu suka hal baru tapi aku tak suka perubahan. Tapi kedua hal itu akan selalu ada dan aku harus selalu belajar untuk menerima keduanya. Tak pernah aku berfikir kau berbah karna ku, baik ataupun buruk. Hanya saja ada sedikit harapan ku kau bisa menjadi lebih baik tak harus karna aku tapi itu untuk dirimu sendiri. Mungkin aku yang belum mengenal mu lebih dalam, buruk dan baik mu belum terlalu aku tau tapi terimakasih atas keterbukaan mu pada ku. Jujur, aku belum bisa menerima itu tapi hal tersebut tak bisa merbah sikap ku pada mu, aku tetap milik mu, baik ataupun buruk tapi jangan terlalu larut dalam keburukan karna kau akan terlambat merasakan kebaikan. Doa ku selalu bersama mu.
Semua perlu kepercayaan, aku bukan tipikal manusia yang mudah percaya tapi ketika aku memberi kepercayaan itu tolong jaga dengan baik karna akan sulit untuk mendapatkannya kembali. Dulu kau pernah mendapatkan itu secara penuh walaupun sedikit demi sedikit terkikis karna tindakan mu sendiri tapi aku selelu mencoba mengerti. Aku tak pernah ingin menjadikan mu alasan ku ketika mendapatkan suatu hal yang membuatku perlu berfikir lebih banyak dari biasanya, namun saat itu kenyataannya apa yang bisa aku perbuat? Mungkin aku belum bisa menjadi teman yang baik, hal tersulit untuk ku adalah menjadi tempat sampah mu. Selalu menjadi tempat sampah yang bersih saat itu tentang mu. Biarkan itu menjadi tugas untuk ku, Tuhan itu baik semoga doa ku selalu didengar olehnya karna tak akan lupa ku sebut namamu didalamnya.
Perubahan itu bukan hal mudah, lain hal dengan hal baru. Aku selalu suka hal baru tapi aku tak suka perubahan. Tapi kedua hal itu akan selalu ada dan aku harus selalu belajar untuk menerima keduanya. Tak pernah aku berfikir kau berbah karna ku, baik ataupun buruk. Hanya saja ada sedikit harapan ku kau bisa menjadi lebih baik tak harus karna aku tapi itu untuk dirimu sendiri. Mungkin aku yang belum mengenal mu lebih dalam, buruk dan baik mu belum terlalu aku tau tapi terimakasih atas keterbukaan mu pada ku. Jujur, aku belum bisa menerima itu tapi hal tersebut tak bisa merbah sikap ku pada mu, aku tetap milik mu, baik ataupun buruk tapi jangan terlalu larut dalam keburukan karna kau akan terlambat merasakan kebaikan. Doa ku selalu bersama mu.
Senin, 24 Oktober 2016
Tentang apa?
Berapa kali mata hari terbit selama disini?
Berapa malam yang dilewatkan saat disini?
Berapa banyak hujan turun?
Dan, berapa lagi sisa waktumu?
Semua ini berdinamika, retorika yang semu. Kupu-kup pergi mecari tempat lain saat bosan dengan tempat lamanya. Hujan turun dimanapun sesukanya tanpa melihat ada yg membutuhkannya atau tidak. Setiap hal itu karna keinginan, tapi tetap saja harus melihat kebutuhan. Warna tak hanya hitam dan putih, jinggapun kini ikut andil. Hidup? Pertanyakan itu pada diri sendiri.
Masih haruskan melihat apa yang orang lain inginkan tanpa mepertimbangkan itu yang kau butuhkan dan sampai situlah kapasitas dan kapabilitas diri mu.
Tak baik terlalu banyak berfikir, tapi tetap jangan tergesah-gesah. Ingat, Tuhan mu ada selalu untuk mu.
Berapa malam yang dilewatkan saat disini?
Berapa banyak hujan turun?
Dan, berapa lagi sisa waktumu?
Semua ini berdinamika, retorika yang semu. Kupu-kup pergi mecari tempat lain saat bosan dengan tempat lamanya. Hujan turun dimanapun sesukanya tanpa melihat ada yg membutuhkannya atau tidak. Setiap hal itu karna keinginan, tapi tetap saja harus melihat kebutuhan. Warna tak hanya hitam dan putih, jinggapun kini ikut andil. Hidup? Pertanyakan itu pada diri sendiri.
Masih haruskan melihat apa yang orang lain inginkan tanpa mepertimbangkan itu yang kau butuhkan dan sampai situlah kapasitas dan kapabilitas diri mu.
Tak baik terlalu banyak berfikir, tapi tetap jangan tergesah-gesah. Ingat, Tuhan mu ada selalu untuk mu.
Rabu, 19 Oktober 2016
Bye
Ada cerita baru malam ini, semua dengan mudah terlontar dari mulut ku, sangat lancar seperti air mengalir di sungai. Aku menceritakan semuanya pada orang itu. Hemmm, sepertinya aku punya kemajuan, sakitku akan segera sembuh. Tapi bukan dalam artian aku menggantikan mu, tidak itu tidak mungkin. Hanya saja ada orang baru yang bisa membuka fikiran ku, mungkin saran yang bisa sedikit aku terima untuk tidak menjadi manusia keras kepala. Ketika membahas keras kepala terbersit ingatan mu menampakan bayangan mu, kata yang sering kau lontarkan jika jengkel pada ku "tu pala keras nget ya" hahaha, sudah tidak sekeras dulu sepertinya. Oh ya, kau tau dia mempertanyakan siapa yang bisa aku dengarkan? kata-kata siapa yang aku turuti? ya jelas bukan kau, tak perna aku mendengarkan mu karna aku manusia yang paling sulit untuk diperintah dan melakukan setiap hal yang ada difikiran ku. Saat ini aku tidak sekeras itu, ku harap kata-katanya bisa aku dengar walaupun harus aku saring beberapa kali tapi setidaknya dari satu paragraf kata-katanya ada satu kalimat yang bisa aku ikuti. Sepertinya dia jadi orang yang lebih mengerti aku dibandingkan kau, hemmm memang sudah waktunya menganti tokoh dalam cerita ku. Selama ini selalu tentang mu, kamu dan kamu hingga aku bosan, terimakasih atas warna selama ini. Bye
Senin, 17 Oktober 2016
Ada Orang Baru
Kau tau siapa nama ku dulu? Dengan senang hati aku bangga dipanggil dengan nama itu, nama yang masih menjadi milikku namun sudah tak ada yang memanggilnya lagi. Kau tau kapan kau terakhir memanggil ku dengan nama itu? kurasa tidak mungkin, nama itupun sepertinya sudah kau lupakan. Bukannya aku rindu akan panggilan itu tapi aku rindu ketika kau yang memanggil ku.
Kau tau, ada orang baru masuk dalam kehidupan ku. Dia memang tidak memiliki panggilan khusus untuk ku tapi dia selalu punya waktu khusus untuk ku, tidak selalu dan kapanpun memang, tapi setidaknya waktu itu diberikan pada ku. Kau tau hadiah terindah itu apa? bukan suatu benda, bukan suatu hal yang terlihat tapi waktu. Ketika sesorang berani memberikan waktunya untuk mu secara tidak langsung dia memberikan sedikit hidupnya untuk mu.
Saat ini aku sedang berfikir, semakin banyak waktu intens yang dia berikan pada ku. kau tau kenapa? hemmm, sepertinya tidak. tapi aku punya sesuatu pendugaan padanya, mungkin sedang bosan, butuh teman, seseorang yang biasa dengannya sedang sibuk, atau mungkin dia memang ingin mengisi waktu kosongnya. Semua itu hanya pendugaan tanpa fakta, ya sudahlah. Kau tau sedang banyak benang berbelit di kepalaku, saling terikat hingga sulit untuk diuraikan. Menjadikannya sebuah tulisanpun aku tak sanggup apalagi menjabarkannya dalam bentuk lisan. Kau tau cerita tentang para sahabatku? Dulu aku sering menceritakan mereka pada mu, tapi ntah mengapa sulit untuk ku menceritakan tentang mereka pada orang baru ini. Mungkin karna dia termasuk salah satu orangnya dan mengenali mereka. Terlalu banyak yang sudah tidak kau tahu tentang mereka termasuk tentang aku, tapi sayangnya kau pergi tanpa memberikan ku kesempatan mencari orang baru mengganti mu bukan mencari pengganti mu dalam hal lain hanya untuk sebagai teman ku berbagi saja, membagikan semua cerita ku.
Sabtu, 15 Oktober 2016
kemarin sepertinya yang terakhir
Ini bukan hanya sebuah cerita namun rasa yang akan ku ungkap, terlalu sulit untuk mengatakan ini didepan mu memang nyali ku tidak sebesar itu untuk mengatakan secara langsung hingga hanya sebuah tulisan tak berisi ini yang bisa aku sampaikan. semua cerita ini berawal dari sebuah pertemuan, aku yang terlalu naif dan mencinta sehingga membuatku gila dan tak sadarkan diri akan segala keadaan. aku selalu mencoba menyukai setiap hal yang kau suka, mencari tau setiap hal tentang mu agar kita bisa bercengkrama dengan akrab saat bertemu. usahaku tidak sia-sia, Tuhan mengijinkan kita untuk lebih dekat dan pada akhirnya memutuskan untuk memiliki sebuah hubungan, "pacar" ya seperti itulah biasanya orang-orang mengataknnya. waktu yang ku habiskan dengan mu terkadang membuatku sedikit menjauh dari teman-teman ku, membuat ku menomor duakan tanggung jawab ku, syukurnya tidak membuatku membohongi orang tua ku.
Kini semua sudah usai, dan kuharap semua dapat aku mengerti, sudah cukup lama dan kini waktunya beranjak. bukan mencari yang baru dan mengiklaskan yang lama, memang cukup sulit karena bukan luka yang kau toreh tapi sebuah kenangan. Tahun ini mungkin kau coba membuat aku mengerti bahwa semua sudah berakhir dan benar-benar berakhir. ucapan itu tak ada lagi, mungkin tahun lalu adalah yang terakhir. hal baru yang kusadari, ku buat luka ku sendiri. Hanya saja sedikit hal yang masih kuharapkan, pesan terakhir dari mu, tak adakah seikit perpisahan? Sunggu ini sangat sulit, jika kau pergi dengan menginggalkan luka akan mudah bagi ku menjalani ini karna ada luka yang harus aku obati tapi ini terlalu mulus, ataukah aku yang tidak menyadari akan luka itu? sudahlah aku tak ingin mengungkit masalah luka itu.
Good bye, hanya itu. Satu hal yang perlu kau tau, doa ku selalu beserta mu. Teman-teman ku bilang, kita terlalu cepat menyadari hal itu dan mengambil keputusan dengan sangat dewasa. baiklah, cukup jangan kembali membahas itu. Apa yang perlu ku tulis lagi? menceritakan kisah kita? sepertinya itu tidak baik, mengucapkan kata perpisahan pada mu? sudah terlalu sering, atau aku ceritakan hal apa yang aka ku perbuat? baiklah, aku harus membenahi diri sepertinya, kembali menjadi diri ku lagi dan menyelesaikan semua tugas ku. Akan aku sanggup kembali ke kota itu? bertemu dengan mu lagi dan mengingat masa lalu? hemmmm, semakin cepat ini berakhir maka semakin cepat aku bertemu masa lalu ku. aku kuat, dan harus bisa. Carilah seseorang yang baru agar akupun bisa melakukan itu.
Cerita hari ini
Semua terulang lagi malam ini, kubasahi pipi ku, sendiri,
disudut kamarku kudekap erat kedua kaki ku merunduk dan bergetar sekujur tubuh
ku. Lagi? Ya, terulang lagi. Karna orang yang sama? Sepertinya tidak, bukan karna
dia ada faktor lain, tapi aku butuh dia. Kau tau masalah apa yang sedang ku
alami? Tidak, itu jawabnnya. Bukan karna mu aku seperti itu tapi didepan mu ku
tunjukan kekesalan ku yang ku harap kau bias tanya “kenapa?” tapi memang kita
belum saling mengerti jadi sudahlah anggap saja semua ini memang salah ku.
Bukan aku ingin membuatmu merasa bersalah, tapi ku hanya ingin bercerita. Mungkin
kaupun punya masalah mu sendiri dan ini keegoisan ku yang berharap semua orang bias
mengerti. hemmm sudahlah.
Pertama kalinya aku putuskan menjadi orang yang bisa mengungkapkan
sedikit tentang ku, tapi itu tidak mudah sangat tidak mudah. Harus ku turunkan
kesombongan ku untuk berkata “aku tidak baik-baik saja”. Apa langkah ini hal
yang salah? Atau aku mencoba terbuka pada orang yang salah? Ntahlah, bukan
saatnya mencari kesalahan. Aku tau akibatnya bila semua hanya ku pendam
sendiri, bukan tidak ingin percaya pada orang tapi sulit sangat sulit untuk
membuka mulut dan menyampaikan isi hati. Hati, ya hati ku yang bermasalah karna
semua tidak terungkap dengan mudah.
Jumat, 14 Oktober 2016
Pesan Ku
Seperti dedaunan yang gugur bersamaan, mereka sudah berusaha berpegangan sekuat mungkin namun angin yang berhembus begitu kencang. Kami gugur bersamaan namun tidak selalu mendarat pada tempat yang sama bahkan tidak selalu bersamaan. Perjalanan kami menuju tempat akhir harus melalui gemuruh angin terlebih dahulu. Meninggalkan daun yang lain pada tangkainya, mengijinkan tempat kami ditumbuhi dedaunan yang baru. Bukan hanya dedaunan itu, tapi akupun akan mengalaminya. Ntah tentang tempat tinggal seutuhnya atau hanya tempat berteduh. Ntah tempat tinggal raga atau perasaan. Akhirnya semua akan ditinggalkan atau meninggalkan sebelum ditinggalkan? Semua itu pilihan. Aku punya pilihan lain, bertahan sampai yang pergi akan kembali lagi, bagaimana? Hemm, itupun jika ia kembali tapi ketika tidak? Haruskah aku menetap sampai aku tak bisa berkata lagi? Sampai aku kering keronta dan tersisa tulang belulang saja. Senaas itukah aku?
Ketika ia kembali saat kau menunggu, apakah pada saat itu kau sudah merasa jadi pemenang? Tidak sama sekali, 'bodoh' hanya itu kata yang layak untuk mu. Berapa lama waktu yang kau habiskan? Berapa orang yang kau siasiakan? Berapa banyak sakit yang kau terima? Hanya itu yang ingin aku sampaikan.
Ketika ia kembali saat kau menunggu, apakah pada saat itu kau sudah merasa jadi pemenang? Tidak sama sekali, 'bodoh' hanya itu kata yang layak untuk mu. Berapa lama waktu yang kau habiskan? Berapa orang yang kau siasiakan? Berapa banyak sakit yang kau terima? Hanya itu yang ingin aku sampaikan.
Kamis, 13 Oktober 2016
RINDU
Berbagai jenis manusia aku temuin selama hidup dan ada 3 manusia yang selalu bikin aku merasa terjaga. jarak kita mungkin tidak semuanya berdekatan dan intensitas bertemu kita tidak terlalu sering. Percaya, ya karna kita saling percaya kita bisa berteman sampai detik ini. banyak hal yang dilakuin bersama dari jaman masih deketan semua sampai sekarang ada satu anak yang nan jauh disana tak tak pernah kembali. hehe
Kalian pernah merasa rindu? ya, aku sering merasakan itu. Terutama untuk kamu yang nan jauh dina. Dila, itu namanya. Kosan kita dulu deket banget loh. kamu tau, semenjak kamu pindah kita jarang sarapan nih, padahal sarapan itu penting banget. Kamu tuh ibu banget buat kita bertiga dan alhasil sekarang kadang aku yg gantiin posisi itu walau ga sebaik kamu sih. Mungkin diantara kita berempat aku paling deket sama kamu dulu, karna kita sering bareng tapi aku selalu coba ko buat deket sama Uvi, Maya juga. Kata rindu akan selalu ada buat kalian.
Aku bukan orang seterbuka kalian yang dengan mudahnya ceritain segala hal, maaf. Tulisan ini juga gak sepuitis kata-kata postingan kalian kalo lagi kangen, yang jelas aku rindu kalian. Banyak banget yang udah dilewatin bareng-bareng, dari saling diem-dieman, saling ngomelin, ngingetin untungnya gak pernah sampe marah-marahan. hehe. Hai my best frind, how are you? I need you and I miss you.
Kalian pernah merasa rindu? ya, aku sering merasakan itu. Terutama untuk kamu yang nan jauh dina. Dila, itu namanya. Kosan kita dulu deket banget loh. kamu tau, semenjak kamu pindah kita jarang sarapan nih, padahal sarapan itu penting banget. Kamu tuh ibu banget buat kita bertiga dan alhasil sekarang kadang aku yg gantiin posisi itu walau ga sebaik kamu sih. Mungkin diantara kita berempat aku paling deket sama kamu dulu, karna kita sering bareng tapi aku selalu coba ko buat deket sama Uvi, Maya juga. Kata rindu akan selalu ada buat kalian.
Aku bukan orang seterbuka kalian yang dengan mudahnya ceritain segala hal, maaf. Tulisan ini juga gak sepuitis kata-kata postingan kalian kalo lagi kangen, yang jelas aku rindu kalian. Banyak banget yang udah dilewatin bareng-bareng, dari saling diem-dieman, saling ngomelin, ngingetin untungnya gak pernah sampe marah-marahan. hehe. Hai my best frind, how are you? I need you and I miss you.
Ini nih, muka-muka baru pada bangun tidur. hehe. Kangen banget main bareng kaya gitu, bisa nginep bareng, jalan bareng, becandaan bareng, wow pokonya kangen. Kalian mau tau mereka siapa aja? oke saya akan perkenalkan sahabat saya.
sebelah kanan saya namanya Rahmadila Rahardiani, aslinya Kudus dan sekarang dia kuliah di Jogja, calon dokter hewan. Nama panggilannya dila, anaknya baik dan alus banget tapi kelakuannya kadang aneh sih dan agak lolot. hehe. kalo sebelah kiri saya dan berkerudung namanya Uvi Nur Fitriani Febriana Handoko, anak dari Pak Handoko. Upil itu sebutannya, anaknya sering banget jadi bahan bullyan karna kelakuannya yang kocag, anaknya seru banget dan lucu banget apa lagi kalo udah ketawa, haha. Nah yang satu lagi namanya Maya Yuniasari anak dari Kediri tapi Jakartaan banget. Maya paling petakilan diantara kita, hobbynya ngomong dan gak mau diem, dia suka banget ngajak makan tapi gak gendut-gendut. Nah mereka itulah kesayangan Helen.
Manteman, para calon Dokter.... Semangat nyelesaiin kuliahnya. Sukses terus buat semua cita dan cintanya. Kita akan menemukan yang terbaik pasti dalam profesi maupun pasangan. Semangat sayang kuuuu, aku rindu kalian :) :) :) (PB: Pasukan Bodrex)
Anugrah Terindah
Kalian
pasti tau group band Shilla On 7, dari jaman saya SD sampai sekarang yang
katanya udah jadi mahasiswa band itu masih booming dan banyak penggemarnya.
Saya ingin menyanyikan satu lagu mulik band ini yang berjudul Anugrah terindah.
Suka banget lirik lagu ini “Anugrah terindah yang pernah ku miliki” setiap saya
menyanyikan lagu ini rasanya saya sedang bersyukur karna Tuhan memang
memberikan banyak anugrah dan sangan indah. Keluarga, sahabat, teman,
kebahagiaan dan kehidupan ini adalah anugrah. Banyak orang-orang hebat yang
Tuhan hadirkan dalam kehidupan saya. Orangtua saya terutama, mereka best of the
best parents banget. Mereka yang selalu mengorbankan kepentingan mereka untuk
kami anak-anaknya. Memang itu kewajiban, dan mereka sangat bertanggung jawab
atas titipan Tuhan ini. Lima orang anak dengan sifatnya masing-masing harus
mereka didik, itu bukan hal mudah. Pendidikan selalu diutamakan oleh mereka,
begitupula pendidika moral. Saat ini saya ingin membahas lebih dalam tentang
saya.
21
tahun lamanya, Bapak dan Mamah mendidik saya, orang paling keras kepala,
cerewat, galak dan emosian kalo dirumah. Syukur-syukur saya bukan anak paling
manja dan cengeng, walaupun sifat itu ada dalam diri saya. Kalian tau? Dulu
saya sering beranggapan kasih sayang kalian itu tidak merata, tapi untungnya
niat-niat untuk kabur dari rumah itu tidak pernah terealisasi. Sayapun selalu
merasa marah sama mamah karena setiap Bapak saya marah ke salah satu saudara
saya pasti yang selalu mamah salahin saya, tapi saya bersyukur bapak selalu
menjadi pembela saya, bapak orang paling jarang marahin saya dirumah. Saya
sangat jelas mengingat saat bapak saya marah, 3 kali bapak saya marah dan itu
luka yang sangat membekas, sulit untuk sembuh dan diiklaskan. Pernah diusir
sama bapak sendiri? Pernah dibentak-bentak dini hari dan bikin tetangga bangun?
Ya, saya pernah merasakan itu dan satu hal lagi yang menurut saya tidak harus
saya ceritakan.
Bapak
adalah sosok paling keren dalam hidup saya. Banyak hal yang bias dikerjakannya,
apalagi cara pemikirannya ketika kita ngobrol-ngobrol santai. Sekarang saya tau
kenapa saya seperti ini, baik fikiran, tata bahasa fluktuasi emosinya saya
seperti ini karena bapak saya seperti ini. Darah batak sangat kental dikeluarga
kami dan ketika berbicara ya bapak seperti itu, menyampaikan pendapat dengan
menggebu-gebu dan itu tidak marah, hal itu perlu digaris bawahi. Sayapun
seperti itu saat menyampaikan pendapat dan pemikiran logis saya itu benar-benar
seperti bapak sangat amat memakai logika dan melihat realita.
Saya
selalu kagum sama bapak saya, walaupun terkadang heran dengan yang
dilakukannya. Bila dikatakan kenapa saya bukan orang yang mudah tersentuh
perasaannya, ya jawabannya karna bapak saya tidak seperti itu dan lingkungan
saya tidak mendidik itu.
Saya
dari tadi banyak cerita tentang bapak, ya dia sosok terhebat dalam hidup saya.
Sayapun punya mamah sosok yang gak kalah hebat dan gak kalah kuat. Mamah yang
selalu ada untuk kami anak-anaknya, mamah paling ngerti bapak. Saya selalu
yakin bapak dan mamah itu memang jodoh, mereka pasangan paling serasi. Tak
sering saya melihat hal-hal romantic dalam hubungan mereka tapi yang saya tau
ikatan batin mereka sudah terhubung, kenapa? Karna dengan jelas saya sering
melihat, tanpa komunikasi mereka bias saling mengerti satu sama lain dan kasih
sayang yang ditunjukan mamah untuk bapak sangat luar biasa. Mamah orang paling sabar, tenang dan tau cara
menghadapi bapak. Saya selalu percaya ketika ada hubungan yang saling mengerti
dalam diam mereka sudah saling terikat. Tidak harus hubungan kekasih, bias saja
sahabat, teman dan saudara.
Mamah,
kalian tau seberapa penting mamah untuk saya? Sangat amat penting. Saya bukan
apa-apa tanpa mamah. Seperti saya katakana sebelumnya ikatan atau hubungan,
saya dan mamah sudah sangan terhubung dengan sempurna. Saat ini saya sedang
menjadi anak perantauan, dulu ketika saya bedara di semester 3 ada satu titik
saya merindukan rumah, saat malam hari saya hanya bias menangis sambil
memanggil mamah dan bergerutu mengeluhkan keadaan. Bukam saya tidak berani
menelpon dan mengatakan rindu tapi saya tidak ingin orang rumah khawatir. Saya
menangis sampai tertidur dengan lelap. Pagi hari mamah telpon dan menanyakan
kabar, bercerita, ya semacamnyalah. Begitulah ikatan saya dengan mamah.
Terkadang saya heran mengapa tidak ada sifat mamah yang menurun pada saya?
Takdir, itu jawaban terbaik saat ini. 21 tahun mah, makasih sangat amat
berterima kasih saya sampaikan terimakasih sudah menghadapi anak yang sekeras
kepala ini, sesombong ini, banyak maunya, ngerepotin dan sebagainya. Saya anak
beruntung, banyak orang yang menyayangi saya, bahagia akan kehadiran saya. Mah,
Pak makasih dan Tuhan syukur hamba haturkan atas waktu yang Engkau berikan
hingga saya bias menikmati usia ke-21 tahun ini. Bantu hamba menjadi lebih baik
dengan cara yang benar.
Selasa, 11 Oktober 2016
Be your self
Banyak hal yang bisa membuat cerita itu menarik, semua tergantung kemasan dan penyampaian ceritanya, tapi tetap aja tergantung pembacanya, cerita seperti apa yang dia suka? kalo bikin orang jadi menarik, gimana caranya? ngga akan bisa, itu jawaban saya. sebaik apapun kita mengemas diri tetap saja akhirnya akan kembali pada sifat dasar. Tetap jadi diri sendiri dan itu akan selalu jadi menarik. semua tergantung selera konsumen, begitu pula orang ya tergantung orang disekitarnya, tertarik pada tipikal seperti apa, semua punya selera masing-masing. jangan pernah menjadi orang lain untuk membuat seseorang tertarik pada mu karna mungkin kamu tidak melihat banyak orang yang lebih tertarik ketika kamu jadi diri mu sendiri. Be your self. tapi tidak ada salahnya ketika merubah diri untuk menjadi lebih baik.
Cinta terpaut Usia?
Jatuh cinta itu bisa kapanpun, dimanapun dan sama siapapun. Orang bilang cinta itu tidak bisa ditentukan akan jatuh pada siapa, dalam artian tidak bisa memilih, ya namanya jatuh masa milih-milih. Beda cerita sama kagum atau tertarik, itu bisa sama siapa aja. Pernah jatuh cinta? yup, jawabannya pasti pernah, yang jelas kalau saya sih pasti jatuh cinta ngga jauh-jauh dari orang sekitar saya dan harus sudah saya kenal. Pernah jatuh cinta sama orang yang lebih tua atau lebih muda dari usia sendiri? mungkin saja pernah, tapi saya anti suka sama yg lebih muda dari saya. Gimana kalo dia yang suka, dan dia lebih muda? hemmm, pilihan sulit. Tau hati wanitakan? tingkat perasanya lebih tinggi dari pria walaupun kalau saya tidak terlalu ya setidaknya masih ada ko. Prinsip adalah prinsip, itu yang selalu saya coba terapkan tapi ternyata berbeda ketika itu berhubungan dengan cinta. Ini hanya euporia sesaat dan akan kembali seperti semula, jangan dibawa perasaan aja karna dia itu ade dan tidak lebih. oke :)
Langganan:
Komentar (Atom)
