Semua terulang lagi malam ini, kubasahi pipi ku, sendiri,
disudut kamarku kudekap erat kedua kaki ku merunduk dan bergetar sekujur tubuh
ku. Lagi? Ya, terulang lagi. Karna orang yang sama? Sepertinya tidak, bukan karna
dia ada faktor lain, tapi aku butuh dia. Kau tau masalah apa yang sedang ku
alami? Tidak, itu jawabnnya. Bukan karna mu aku seperti itu tapi didepan mu ku
tunjukan kekesalan ku yang ku harap kau bias tanya “kenapa?” tapi memang kita
belum saling mengerti jadi sudahlah anggap saja semua ini memang salah ku.
Bukan aku ingin membuatmu merasa bersalah, tapi ku hanya ingin bercerita. Mungkin
kaupun punya masalah mu sendiri dan ini keegoisan ku yang berharap semua orang bias
mengerti. hemmm sudahlah.
Pertama kalinya aku putuskan menjadi orang yang bisa mengungkapkan
sedikit tentang ku, tapi itu tidak mudah sangat tidak mudah. Harus ku turunkan
kesombongan ku untuk berkata “aku tidak baik-baik saja”. Apa langkah ini hal
yang salah? Atau aku mencoba terbuka pada orang yang salah? Ntahlah, bukan
saatnya mencari kesalahan. Aku tau akibatnya bila semua hanya ku pendam
sendiri, bukan tidak ingin percaya pada orang tapi sulit sangat sulit untuk
membuka mulut dan menyampaikan isi hati. Hati, ya hati ku yang bermasalah karna
semua tidak terungkap dengan mudah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar